Ketua LSM BPK-RI Baharudin Soroti Dugaan Mark-up Kereta Kencana Di Kabupaten Bogor




Investigator-news.idKemeriaahan HJB Bogor yang telah selesai beberapa waktu lalu menjadi sorotan Ketua LSM BPK-RI Baharudin adanya indikasi mark-up pembelian kereta kencana anggaran dinas pariwisata dan kebudayaan yang di pimpin Kepala Dinas PLT berinisial YD dari Kadis Damkar.


Saat ditemui dikantornya Baharudin mengatakan kepada media, adanya dugaan mark-up anggaran pembelian kereta kencana untuk perayaan HJB Bogor dengan nilai yang fantastis sebesar Rp. 1,8 M, padahal menurut Baharudin kereta kencana tersebut harganya sekitaran Rp. 100 Juta - Rp. 126 juta.


Untuk itu pihak kami akan segera membuatkan aduan secara resmi ke pihak APH  untuk segera melakukan pengusutan secara tuntas permasalahan tersebut. 


Perlu di ketahui pihak yang membeli kereta kencana dari pihak dinas kebudayaan yang saat itu di isi oleh PLT Kadis Damkar insial YD


Namun sampai saat ini YD tidak bisa dikonfirmasi oleh pihak kami dan kami sudah berusaha datang kekantornya  namun cuma berhadapan dengan satpam sampai datang ke kantor dinas 4 kali datang ke kantor,  dan selalu beralibi Bapak tidak ada dikantor sedang dinas luar ujar salah satu satpam yang tidak mau di sebut  namanya dan tidak mau di publikasikan.


Namun demikian kami menunggu itikad baik dari saudara YD untuk memberikan keterangan dan klarifikasi atas dugaan mark-up tersebut.  Karena sudah jelas merugikan keuangan negara. 


Namun sampai berita ini ditayangkan pihak nya tidak pernah memberikan klarifikasi, bahkan kami sudah meninggalkan nomor telepon agar bisa dihubungi oleh bapak  YD namun tidak  sampai, sekarang bapak YD supaya segera menghubungi kami ujar Baharudin. 


Apa pejabat PLT ini sudah merasa lebih hebat dalam melaksanakan tugas sebagai Kadis PLT  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Banyak dana- dana yang tidak jelas di alirkan oleh pihak Kadis PLT ini 


Maka kami akan membawa laporan ke APH untuk di sidak supaya anggaran yang di bilang oleh Bupati Bogor efisiensi anggaran,tapi banyak laporan mark-up anggaran di kemanakan anggaran ini semua.



Reporter: Bhr

Red investigator-news.id

Terimakasih sudah membaca website kami 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama