Investigator-News.Id Cileungsi // Megaproyek pembangunan Rumah Sakit Daerah di Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang dibiayai dari uang negara bernilai miliaran rupiah, kini terancam menjadi "monumen kegagalan"
Tim investigasi menemukan fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan dari kualitas konstruksi yang dibangun, sekaligus dugaan kuat adanya pembengkakan biaya atau mark-up yang merugikan keuangan negara.
Dilihat dari hasil peninjauan langsung ke lokasi, kualitas pekerjaan pondasi dan struktur gedung dinilai sangat di bawah standar:
Pengecoran Tiang Pancang Setengah- Setengah— Pekerjaan pengecoran tiang pancang dilakukan tidak sekaligus, melainkan disambung- sambung. Secara teknis konstruksi, metode ini sangat berisiko karena akan melemahkan kekuatan struktur bangunan secara permanen. Jika terjadi gempa atau penurunan tanah, bangunan rawan roboh.
Pondasi Gembur, Kurang Semen — Secara kasat mata, campuran pondasi terlihat gembur dan diragukan kekuatannya. Tekstur permukaan tidak padat, diduga kuat kandungan semen tidak sesuai spesifikasi yang disepakati. Penghematan bahan di sini berpotensi menjadi mark-up yang dikantongi pihak tertentu.
Besi Disambung- Sambung — Pembesian struktur utama juga disambung- sambung alih-alih menggunakan panjang batang yang sesuai standar. Hal ini memperlemah daya dukung beban bangunan.
Tenaga Kerja tidak memahami spesifikasi pekerja di lokasi terlihat tidak memegang gambar kerja maupun spesifikasi teknis. Pekerjaan dilakukan sekehendak tukang, bukan berdasarkan rencana teknis yang sudah disetujui.
Konsultan Jarang di Lokasi — Pengawas teknis dari pihak konsultan sangat jarang hadir di lapangan. Akibatnya, penyimpangan yang terjadi tidak pernah ditegur atau diperbaiki. Bangunan yang dihasilkan pun terlihat amburadul dari segi pengerjaannya.
Jumlah Tenaga Kerja Tidak Proposional — Jumlah pekerja di lapangan dinilai sangat minim dibandingkan skala proyek. Ini menjelaskan mengapa progres sangat lambat, namun anggaran terus dicairkan.
Pertanyaan kritis yang harus dijawab :
Mengapa pengecoran tiang pancang tidak dilakukan sekaligus sesuai standar konstruksi bangunan bertingkat?
Ke mana selisih biaya bahan yang seharusnya digunakan namun diganti dengan campuran yang lebih murah? Di mana keberadaan konsultan pengawas saat pekerjaan dilakukan melenceng dari spesifikasi?
Apakah proses lelang dan penunjukan penyedia jasa benar-benar transparan, atau ada pihak yang diuntungkan?
Desakan Publik: Masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Bogor, BPK Perwakilan, dan KPK untuk segera melakukan audit menyeluruh — baik fisik maupun keuangan — terhadap proyek ini sebelum gedung selesai dan berpotensi membahayakan nyawa pasien serta petugas medis di masa depan. Jangan tunggu sampai roboh baru ditindak!
Pesan Tegas: Rumah sakit adalah tempat penyembuhan, bukan ladang cuan. Jika pondasinya saja tidak kuat, bagaimana kita bisa percaya pada integritas pejabat yang mengawalinya? Bogor sedang mengawasi — jangan main-main dengan keselamatan rakyat!
Reporter : Bahar
Red investigator-news.id
Terimakasih sudah membaca website kami




