Investigator-news.id Sasak panjang // Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)Pengajian Rutin Bulanan Majelis Taklim Desa Sasak Panjang menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim. berasal dari 12 RW.di-desa Sasak panjang
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Majelis Taklim Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 19 September 2026.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Ketua RW 08 dan RW 09. Selanjutnya, rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan Kepala Desa Sasak Panjang, Hj. Andi Yulaekah, M.Pd., santunan kepada anak yatim, serta tausiah yang disampaikan oleh Ustazah Hj. Umi Pipik. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sasak Panjang, Hj. Andi Yulaekah, M.Pd., menekankan pentingnya masyarakat mengurus Identitas Kependudukan Digital (IKD). Menurutnya, IKD bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai dokumen kependudukan. Pemerintah desa, kata Hj .Andi Umi Yulaekah,M pd terus melakukan sosialisasi sekaligus pelayanan jemput bola kepada masyarakat.
Hj Andi Umi Yulaekah M pd juga menyampaikan bahwa masyarakat penerima bantuan sosial perlu memastikan data mereka terdaftar sesuai kelompok desil 1 hingga 4. Sementara masyarakat yang belum menerima bantuan sosial dan masuk kelompok desil 5 ke atas diimbau segera melakukan pengurusan data desil serta IKD melalui kantor pelayanan desa agar data kependudukan dan kesejahteraan masyarakat dapat diperbarui.
Selain persoalan administrasi kependudukan dan bantuan sosial, Kepala Desa juga memberikan perhatian terhadap pengawasan anak dan remaja. Ia mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak remaja sudah berada di rumah pada pukul 21.00 WIB. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar generasi muda tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun penyalahgunaan narkoba. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan memberikan bantuan kepada warga yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan tawuran.
Memasuki acara inti, Ustazah Hj. Umi Pipik dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk senantiasa menaati rambu-rambu kehidupan yang telah diberikan Allah SWT. Menurutnya, Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan, termasuk sebagai pedoman agar manusia dapat mempersiapkan kehidupan akhirat. Ia mengingatkan jamaah bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT dan mempertanggungjawabkan kehidupannya.
Ustazah Hj Umi Pipik juga menjelaskan hakikat ketakwaan sebagaimana yang terkandung dalam QS. Al-Hujurat ayat 13. Menurutnya, kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT bukan ditentukan oleh kedudukan, tempat duduk, maupun status sosial, melainkan oleh ketakwaannya. Ketakwaan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga harus memberikan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
Ia kemudian mengibaratkan kehidupan akhirat seperti perjalanan menuju sebuah rumah yang membutuhkan kunci. Menurutnya, setiap manusia akan kembali ke alam kubur dan tidak ada yang dapat menemani selain amal serta doa. Karena itu, jamaah diajak mempersiapkan “kunci” tersebut melalui ketaatan kepada Allah SWT, menjalankan perintah-Nya, meninggalkan hal-hal yang dilarang, serta senantiasa berbuat baik kepada sesama. Kegiatan Tabligh Akbar dan santunan tersebut berlangsung khidmat dan diakhiri dengan doa bersama.
Reporter: erick
Red investigator-news.id
Terimakasih sudah membaca website kami

