INVESTIGATOR-NEWS.ID INDRAMAYU // Infrastruktur irigasi menjadi urat nadi bagi keberlangsungan pertanian. Ketika saluran air bermasalah,bukan hanya pengairan yang terganggu, tetapi juga produktivitas dan harapan petani untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.
Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung, mengalokasikan anggaran Rp 123 juta untuk pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi tersier di Desa pamayahan Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut dilaksanakan oleh Kelompok tani, Jaringan irigasi yang dipelihara itu diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian seluas kurang lebih 10 hektare.
Pantauan di lokasi menunjukkan pekerjaan kini telah mencapai sekitar 80 persen.
Ketua Kelompok Tani yang akrab disapa pak Jalal, mengatakan pemeliharaan jaringan irigasi sangat dibutuhkan petani.Menurutnya, keberadaan saluran yang baik menjadi salah satu penunjang penting agar distribusi air dapat berjalan lebih lancar menuju lahan pertanian.
“Alhamdulillah, pekerjaan sudah sekitar 80 persen. Kami berharap setelah selesai nanti aliran air bisa lebih lancar dan merata ke lahan petani. Ini sangat membantu kami karena irigasi merupakan kebutuhan utama dalam kegiatan pertanian,” ujar pak jala saat ditemui di lokasi pekerjaan.Rabu /12/08/2026
Ia juga berharap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur pertanian tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Menurutnya, jaringan yang sudah diperbaiki harus dirawat secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan petani dalam jangka panjang.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah atas perhatian dan bantuan untuk pemeliharaan jaringan irigasi ini. Kami dari kelompok tani tentu akan berusaha ikut menjaga dan merawatnya,” katanya.
Respons positif juga datang dari kalangan petani. Solihin, salah seorang petani setempat, mengaku bersyukur dengan adanya pemeliharaan jaringan irigasi tersebut.
Bagi petani, saluran irigasi bukan sekadar infrastruktur, melainkan menjadi salah satu penentu keberlangsungan aktivitas di sawah.
“Kami sebagai petani mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya pemeliharaan ini, kami berharap air bisa lebih mudah masuk ke sawah dan pengairan menjadi lancar,” ungkap Solihin
Ia berharap kondisi jaringan irigasi yang telah diperbaiki dapat dipertahankan dan tidak kembali mengalami kerusakan yang berpotensi menghambat pasokan air ke lahan pertanian.
“Yang penting setelah selesai bisa dimanfaatkan dan dirawat bersama. Kami berharap pengairan ke sawah tidak lagi terkendala,” tambahnya.
Pemeliharaan jaringan irigasi tersier di Desa pamayahan ini menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Dengan cakupan lahan sekitar 10 hektare, keberadaan jaringan yang berfungsi baik diharapkan mampu memberikan kepastian pengairan bagi para petani.
Kini, perhatian petani tertuju pada penyelesaian pekerjaan hingga tuntas. Harapannya sederhana: saluran berfungsi, air mengalir lancar, dan sawah tetap produktif.
( TIM )
Investigator+news.id
Terimakasih sudah membaca website kami

