Hutan Kabel di Jalan Raya Cilangkap Resahkan Pengendara, RW 02 Tegur Provider Kabel Menumpuk dan Menjuntai, PWKT Dorong Koordinasi Penataan Jaringan



INVESTIGATOR-NEWS.ID CILANGKAP, DEPOK // Bentangan kabel telekomunikasi yang terlihat menumpuk dan tidak tertata di sepanjang Jalan Raya Cilangkap, khususnya di wilayah RW 02, menjadi perhatian warga dan pengurus lingkungan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah tiang dipenuhi bentangan kabel fiber optik dan jaringan telekomunikasi. Kabel terlihat melintang dalam jumlah banyak, sebagian membentuk gulungan, sementara beberapa bentangan tampak menjuntai di sekitar ruang jalan dan permukiman warga.

Kondisi tersebut terlihat antara lain di kawasan Jalan Raya Cilangkap, depan Superindo. Selain mengganggu kerapian lingkungan, keberadaan kabel yang menjuntai menjadi perhatian karena jalan tersebut digunakan setiap hari oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ketua RW 02: Pernah Kabel Putus Mengenai Pengendara

Ketua RW 02, Abdul Haris, yang rumahnya bersinggungan langsung dengan keberadaan kabel-kabel tersebut, mengatakan persoalan itu bukan hanya menyangkut estetika lingkungan.

Menurut Abdul Haris, sebelumnya pernah terjadi kabel putus setelah tersangkut kendaraan truk tinggi yang melintas di kawasan tersebut.

Kabel yang putus kemudian mengenai seorang pengendara sepeda motor.

“Pernah ada kabel putus karena terkena truk tinggi yang melintas. Kabel yang putus itu kemudian mengenai pengendara motor. Untung saja pengendara tersebut saat itu melaju pelan,” ujar Abdul Haris saat ditemui.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi perhatian tersendiri bagi lingkungan karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.

Tiang Terlihat Miring, Banyaknya Kabel Jadi Perhatian

Selain kabel yang semrawut, Abdul Haris juga menyoroti kondisi sejumlah tiang yang menurut pengamatannya terlihat miring.

Banyaknya kabel yang terpasang pada jalur tersebut menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan.

“Tiangnya juga terlihat miring. Kabelnya sudah sangat banyak,” ungkapnya.

Namun, dugaan bahwa kemiringan tiang disebabkan oleh beban kabel yang telah melebihi kapasitas masih memerlukan pemeriksaan teknis dari pihak yang berwenang. Secara kasatmata, yang terlihat di lokasi adalah banyaknya bentangan kabel yang bertumpu dan melintas pada kawasan yang sama.

RW Sudah Menegur Pihak Provider

Abdul Haris mengatakan pihak lingkungan telah menyampaikan teguran kepada provider yang ditemui sedang melakukan aktivitas di wilayah tersebut.

“Kami dari pihak lingkungan sudah menyampaikan teguran langsung kepada pihak provider. Kondisi kabel ini sudah sangat mengganggu dan membahayakan warga maupun pengguna jalan yang melintas di Cilangkap. Kami minta ada tindakan nyata untuk merapikannya,” kata Abdul Haris.

Menurutnya, keberadaan berbagai jaringan pada kawasan yang sama membuat bentangan kabel semakin bertambah sehingga diperlukan penataan dan koordinasi antarpihak.

Provider: Bukan Hanya Kami

Sementara itu, salah satu pekerja yang ditemui di lokasi dan mengaku sebagai perwakilan provider memberikan penjelasan bahwa kabel yang terlihat menumpuk di sepanjang jalur tersebut bukan seluruhnya milik perusahaan mereka.

“Ya, bukan kami saja yang memasang kabel di sini,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan perlunya pendataan lebih lanjut untuk mengetahui operator atau pemilik masing-masing jaringan yang terpasang di kawasan tersebut.

Pendataan juga penting untuk membedakan kabel yang masih aktif dengan jaringan yang sudah tidak digunakan, sehingga penanganannya dapat dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Bukan Sekadar Persoalan Estetika

Persoalan kabel di Jalan Raya Cilangkap tidak semata-mata berkaitan dengan kerapian lingkungan.

Adanya kabel yang terlihat menjuntai, kepadatan jaringan pada sejumlah tiang, serta keterangan Ketua RW 02 mengenai pengalaman kabel putus yang pernah mengenai pengendara menjadi alasan agar kondisi tersebut mendapat perhatian lebih lanjut.

Apalagi, keberadaan jaringan tersebut berada di kawasan yang setiap hari dilalui masyarakat.

Karena itu, penanganan tidak cukup hanya dengan merapikan kabel secara kasatmata. Pemeriksaan kondisi tiang, pendataan pemilik jaringan, identifikasi kabel aktif dan tidak aktif, serta penataan kembali jaringan juga diperlukan agar persoalan tidak berulang.

PWKT Dorong Koordinasi dengan Pihak Terkait

Menanggapi keluhan pengurus lingkungan dan hasil pantauan tersebut, Paguyuban Wartawan Kecamatan Tapos (PWKT) akan mendorong koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Sebagai organisasi wartawan di wilayah Kecamatan Tapos, PWKT memandang persoalan tersebut perlu disikapi melalui kontrol sosial, penyampaian aspirasi masyarakat, serta klarifikasi kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Ketua PWKT, Atep Eris, mengatakan pihaknya tidak ingin persoalan tersebut hanya berhenti sebagai keluhan warga maupun pemberitaan.

“Kami menerima informasi dan keluhan dari lingkungan. Karena ada persoalan yang menyangkut kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, kami akan mendorong koordinasi dengan pihak terkait. Prinsip kami bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana persoalan ini mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Atep.

Menurutnya, PWKT akan berupaya membuka ruang komunikasi dengan pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai keberadaan jaringan tersebut, termasuk persoalan penataan, kepemilikan kabel, kabel yang sudah tidak digunakan, serta kondisi tiang yang terlihat menanggung banyak bentangan kabel.

“Kami akan mengedepankan klarifikasi dan koordinasi. Kalau memang ada persoalan teknis, biarlah pihak yang memiliki kewenangan teknis yang melakukan pemeriksaan. PWKT akan menyampaikan aspirasi dan informasi yang kami dapatkan dari masyarakat,” lanjutnya.

Warga Berharap Ada Penataan Sebelum Terjadi Persoalan Lebih Serius

Pengurus lingkungan berharap persoalan tersebut dapat segera mendapat perhatian sebelum terjadi kejadian yang lebih serius.

Penataan dapat dilakukan melalui pemeriksaan kondisi tiang dan jaringan, pendataan operator, identifikasi kabel yang masih aktif, serta penanganan terhadap kabel yang sudah tidak digunakan atau mengganggu ruang publik.

Keberadaan jaringan telekomunikasi memang menjadi bagian penting dalam kebutuhan komunikasi masyarakat. Namun, warga berharap pemasangan dan pengelolaannya tetap memperhatikan keselamatan, kerapian lingkungan, dan kenyamanan pengguna jalan.

PWKT selanjutnya akan mendorong komunikasi dengan pihak terkait agar persoalan tersebut dapat dibahas secara terbuka dan proporsional.

Dengan demikian, sorotan terhadap “hutan kabel” di Jalan Raya Cilangkap diharapkan tidak berhenti sebagai pemberitaan, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi penataan jaringan telekomunikasi yang lebih tertib, aman, dan bertanggung jawab.

Reporter Kabiro 

Red investigator-newd.id 

Terimakasih sudah membaca website kami 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama